didik dibekali dengan keterampilan menggambar manual dan digital, membuat storyboard, mendesain karakter (character design), memahami prinsip animasi 2D dan 3D, serta menguasai perangkat lunak animasi seperti Adobe Animate, Toon Boom, Blender, Autodesk Maya, dan After EAects. Selain keterampilan teknis, peserta didik juga dilatih berpikir kreatif, peka terhadap estetika visual, serta mampu menyusun alur cerita (storytelling) yang kuat. Proses pembelajaran dilakukan secara berbasis proyek (project-based learning) yang mendorong peserta didik menghasilkan portofolio digital, baik dalam bentuk film pendek animasi, iklan layanan masyarakat, video edukatif, maupun konten media sosial.

Melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di industri kreatif atau studio animasi, peserta didik mendapatkan pengalaman kerja nyata dan jejaring profesional. Program ini dirancang agar lulusannya siap memasuki dunia kerja sebagai animator, ilustrator digital, desainer karakter, video editor, atau pengembang game, serta memiliki kemampuan berwirausaha di bidang konten kreatif. Selain itu, pembelajaran juga terintegrasi dengan nilai-nilai profil lulusan, sehingga lulusan tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter jujur, mandiri, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan industri kreatif yang dinamis.